kaos BW online

Rabu, 28 September 2011

Logo STMIK Pontianak

Logo STMIK Pontianak - Warna

Logo STMIK Pontianak - Hitam



Nama Resmi     : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak
Singkatan          : STMIK Pontianak
Lokasi               : Pontianak

Provinsi             : Kalimantan Barat



Sejarah

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak yang lazim disingkat dengan "STMIK Pontianak" didirikan dan diselenggarakan oleh Yayasan Harapan Bersama.

Pada awalnya maksud dan tujuan Yayasan Harapan Bersama yang dibentuk berdasarkan Akta Notaris Theresia Yustina Ariany, SH Nomor 35 tanggal 17 April 1985 itu, adalah untuk menyelenggarakan pendidikan non formal, berupa kursus-kursus dan pendidikan keahlian lainnya. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, timbul gagasan dari para pendiri Yayasan untuk menyelenggarakan pendidikan formal, yaitu dengan mendirikan suatu perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat ini. Ide menyelenggarakan pedidikan yang sifatnya formal tersebut tertuang dalam Akta Notaris Tommy Tjoa Keng Liet, SH Nomor 123 tanggal 13 September 1990.

Dalam upaya Yayasan Harapan Bersama untuk mewujudkan hal tersebut di atas, maka jauh sebelum dibentuknya Yayasan, yaitu dalam tahun 1979, para pengambil inisiatif sebagai perintis jalan, telah bekerja keras, antara lain mempelajari kemungkinan-kemungkinan untuk itu, mendengarkan pendapat dan saran, mengadakan penjajakan dan pendekatan serta meminta petunjuk kepada pejabat atau pihak-pihak yang berkompeten di Daerah dan di Pusat cq. Departemen DIKBUD.

Akhirnya oleh Yayasan Harapan Bersama didirikanlah Akademi Manajemen Informatika dan Komputer, Pontianak, lazim disingkat dengan "AMIK Pontianak" yang berdasarkan Keputusan MENDIKBUD Nomor 0413/O/1991 tanggal 3 Jui 1991, diberikan status terdaftar untuk jurusan Manajemen Informatika.

Selanjutnya mengingatkan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, sedangkan pada waktu ini kebutuhan akan tenaga ahli informatika dan komputer serta tenaga akademisi komputer di Kalimantan Barat masih terasa kurang, maka untuk mengantisipasi keadaan ini, terlebih dalam memasuki era globalisasi yang akan datang, maka oleh para pendiri Yayasan diupayakan untuk meningkatkan bentuk perguruan tinggi itu dari "Akademi" menjadi "Sekolah Tinggi" dengan perkataan lain, "AMIK Pontianak" akan ditingkatkan bentuknya menjadi "STMIK Pontianak"

Keinginan dan upaya para pendiri Yayasan ini menjadi kenyataan, yaitu dengan diterbitkannya Keputusan MENDIKBUD Nomor 07/D/O/1994 tanggal 3 Pebruari 1994 yang selain menetapkan perubahan bentuk dari AMIK Pontianak menjadi STMIK Pontianak, juga menetapkan pemberian Status Terdaftar bagi jurusan pada STMIK Pontianak ini, yaitu jurusan Manajemen Informatika, jurusan Sistem Informasi dan jurusan Teknik Informatika masing-masing untuk jenjang Diploma III dan Strata 1.

Sampai dengan waktu ini STMIK Pontianak menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika dengan program studi Manajemen Informatika untuk jenjang Diploma III yang telah terakreditasi no. 017/BAN-Pt/Ak-VII/Dpl-III/XII/2007, jurusan Sistem Informasi dengan program studi Sistem Informasi untuk jenjang Strata 1 yang telah terakreditasi no. 032/BAN-PT/Ak-X/S1/I/2008, dan jurusan Teknik Informatika dengan program studi Teknik Informatika untuk jenjang Strata 1, juga telah terakreditasi dengan no. 029/BAN-PT/Ak-XI/S1/XI/2008.


Arti Logo

1. Bingkai Segi Lima melambangkan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak berazaskan Pancasila
2. Lingkaran Bulat yang memiliki gelombang di sepanjang lingkarannya melambangkan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak memiliki tekad yang bulat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki sikap yang luwes dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut
3. Segi Empat berbentuk jendela menunjukkan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak memiliki visi yang luas dan jauh ke depan dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Nyala Api melambangkan semangat yang menyala-nyala dan tak kunjung padam untuk turut serta membangun nusa dan bangsa melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
5. Lingkaran Dengan Anak Panak melambangkan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak berkedududkan di Bumi Khatulistiwa.


Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Selasa, 27 September 2011

Logo Kota Pontianak

Logo Kota Pontianak - Warna

Logo Kota Pontianak - Hitam




Nama Resmi    : Kota Pontianak
Ibu Kota           : Pontianak

Provinsi            : Kalimantan Barat



Sejarah

Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, rombongan Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak. Berkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Kota Pontianak berkembang menjadi kota Perdagangan dan Pelabuhan.

Tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur.

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie (lahir 1742 H) yang membuka pertama Kota Pontianak, pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 1771 bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185, untuk kemudian pada Hijriah sanah 1192 delapan hari bulan Sja'ban hari Isnen, SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRIE dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Pontianak.
Selanjutnya 2 tahun kemudian setelah Sultan Kerajaan Pontianak dinobatkan, maka pada Hijrah sanah 1194 bersamaan tahun 1778, masuk dominasi kolonialis Belanda dari Batavia (Betawi) utusannya Petor (Asistent Resident) dari Rembang bernama WILLEM ARDINPOLA, dan mulai pada masa itu bangsa Belanda berada di Pontianak, oleh Sultan Pontianak. Bangsa Belanda itu ditempatkan di seberang Keraton Pontianak yang terkenal dengan nama TANAH SERIBU (Verkendepaal).
Dan baru pada tanggal 5 Juli 1779, 0.1. Compagnie Belanda membuat perjanjian (Politiek Contract) dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu (Verkendepaal) untuk dijadikan tempat kegiatan bangsa Belanda, dan seterusnya menjadi tempat/kedudukan Pemerintah Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat), dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak) dan selanjutnya Controleur het Hoofd Onderaffleeling van Pontianak/ Hoofd Plaatselijk Bestur van Pontianak (bersamaan dengan Kepatihan) membawahi Demang het Hoofd der Distrik Van Pontianak (Wedana) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Siantan (Ass. Wedana/ Camat) Asistent Demang het Hoofd der Onderdistrik van Sungai Kakap (Ass. Wedana/Camat).


Arti Logo

1.  Lambang Kota Pontianak digambarkan seperti berikut :
a. Bentuk lambang berupa bulatan kubah
b. Pada sisi sebelah kanan 23 lembar daun karet
c. Pada sisi sebelah kiri 10 lembar daun kelapa
d. Diantara daun-daun tersebut menyinar dari bawah ke atas 5 sinar
e. Ditengah-tengah melintang garis Khatulistiwa
f.  Dibawah garis tersebut sungai bercabang tiga
g. Pada pengkal sinar ditulis angka 1771
h. Sebelah pita yang bertuliskan : KOTA PONTIANAK membentang dari pangkal daun karet sampai ke pangkal daun kelapa

2.  Lambang tersebut mempunyai Lima warna, yaitu :
a. Kuning Emas artinya : Keagungan
b. Hijau Daun artinya : Kesuburan
c. Biru Laut artinya : Harapan
d. Biru Muda artinya : Keyakinan
e. Merah artinya : Keberanian
f. Putih artinya : Kesucian

Arti lambang keseluruhannya ialah bahwa Kota Pontianak yang didirikan dengan permohonan ridho Tuhan Yang Maha Esa pada tanggal 23 Oktober 1771 dibawah garis Khatulistiwa didaerah tiga cabang sungai mempunyai hasil dasar karet dan kelapa dengan sifat-sifatnya yang terpuji, menuju masyarakat adil makmur berlandaskan Pancasila sesuai dengan Falsafah Negara Republik Indonesia.


Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Senin, 26 September 2011

Politeknik Negeri Pontianak


Logo POLNEP - Warna
Logo POLNEP - Hitam


Nama Resmi     : Politeknik Negeri Pontianak
Singkatan          : POLNEP
Lokasi               : Pontianak

Provinsi             : Kalimantan Barat



Sejarah

Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) berdiri pada areal tanah 6.3 hektar berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi nomor 80/DIKTI/KEP/1985. Pada awal berdirinya Polnep memiliki nama Politeknik Universitas Tanjungpura dengan 3 jurusan, yaitu:

(a) Teknik Sipil,
(b) Teknik Mesin, dan
(c) Teknik Elektro.

Tahun 1994 dibuka Jurusan Tata Niaga dengan program studi Akuntansi dan Administrasi Niaga (selanjutnya, tahun 1997 menjadi Jurusan Akuntansi dan Jurusan Administrasi Bisnis). Pada tahun 1988, Polnep memperoleh status otonomi penuh dan berubah nama menjadi Politeknik Negeri Pontianak, berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Tanggal 27 April 1997 Nomor : 079/0/1997, tanggal ini juga dijadikan hari dies natalis.

Tahun 1999 dibuka Jurusan Teknologi Pertanian dengan Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan. Tahun 2002 dibuka Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan dengan Program Studi Budidaya Perikanan. Tahun 2003 bertambah dengan Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Tahun 2007 bertambah satu Program Studi yaitu teknik Elektronika. Pada tahun 2008 Polnep kembali menambah Program Studi Baru untuk jenjang DIV yaitu : Teknik Perencanaan Perumahan dan Pemukiman, Administrasi Instansi Pemerintahan dan Akuntansi Sektor Publik. Tahun 2009 membuka Program Studi Teknik Informatika dan pada tahun 2010 kembali membuka Program Studi Operator dan Peralatan berat jenjang DI.

Pada saat ini Polnep memiliki tujuh jurusan yang terdiri atas duabelas program studi D III,tiga program studi DIV, satu program studi DI dan satu program kerjasama dengan Departemen Pekerjaan Umum,membuka program pendidikan D III danD IV Pusbiktek, Status akreditasi tertinggi adalah B.


Arti Logo

Politeknik mempunyai lambang dengan simbol-simbol sebagai berikut :
  1. Pusat lambang Tugu Khatulistiwa berwarna hitam merupakan ciri propinsi Kalimantan Barat dan khususnya kota Pontianak sebagai kota khatulistiwa.
  2. Tanda panah berwarna merah mengarah ke kanan di pusat lambang menunjukkan visi global Politeknik Negeri Pontianak.
  3. Roda gigi berwarna abu-abu yang berarti kerja keras atau lambang sumber daya manusia yang selalu bekerja keras. 
  4. Butiran air disusun berbentuk sayap berwarna kuning keemas-emasan menunjukkan ciri propinsi Kalimantan Barat dan melambangkan kemakmuran.
  5. Butiran air berjumlah 12 di kiri dan 12 di kanan menunjukkan keseimbangan dan ketepatan baik waktu, ukuran dan aturan.
  6. Bingkai segi lima berwarna hitam yang melingkari lambang keseluruhan menunjukkan dasar negara yaitu lima sila yang tercantum dalam Pancasila. 
  7. Di bawah pusat lambang tercantum tulisan POLNEP menunjukkan singkatan Politeknik Negeri Pontianak.
  8. Warna dasar lambang berwarna biru langit menunjukkan keluasan dan ketinggian yang berarti ilmu pengetahuan harus dikejar setinggi mungkin.


Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Minggu, 25 September 2011

Logo Kabupaten Landak



Logo Kabupaten Landak -Hitam
Logo Kabupaten Landak - Warna





 


Nama Resmi    : Kabupaten Landak
Ibu Kota           : Ngabang

Provinsi            : Kalimantan Barat



Sejarah

Kabupaten Landak adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Kalimantan Barat yang terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pontianak tahun1999. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ngabang.

Terbentuknya Kabupaten Landak berdasarkan UU No. 5 Tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999. Pertimbangan pokok terbentuknya Kabupaten Landak adalah bahwa berhubungan dengan perkembangan dan kemajuan Provinsi Kalimantan Barat pada umumnya dan Kabupaten Pontianak pada khususnya serta adanya aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, dipandang perlu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pembinaan masyarakat guna menjamin perkembangan dan kemajuan pada masa mendatang.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas dan memperhatikan perkembangan penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi, sosial budaya, sosial politik dan meningkatnya beban tugas serta volume kerja di bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Pontianak dipandang perlu membentuk Kabupaten Landak sebagai pemekaran dari Kabupaten Pontianak.


Arti Logo

1.    Warna merah melambangkan keberanian, kebenaran dan ketangguhan
2.    Warna Putih melambangkan kesucian dan ketulusan
3.    Warna kuning melambangkan kemulian dan keceriaan.
4.    Warna hitam melambangkan ketabahan dan ketegaran
5.    Warna biru melambangkan ketenangan dan keteduhan.
6.    Warna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran.


Alamat Website :
http://www.landakkab.go.id/


Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Sabtu, 24 September 2011

Logo AMA-BS Bengkayang


Logo AMA-BS Bengkayang - Warna

Logo AMA-BS Bengkayang - Hitam



Nama Resmi    : Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang
Singkatan         : AMA – BS Bengkayang
Lokasi              : Bengkayang

Provinsi            : Kalimantan Barat



Sejarah

Gagasan Dewan Pendiri AMA-BS Bengkayang melalui Yayasan Shalom Indonesia Kab. Bengkayang dengan Akte Pendirian Nomor : 08 tanggal 11 Mei 1999 dengan Notaris Ibu Sri Rohani Wahjudi oleh Bpk. Pdt. Martin Luther, S.Th selaku Ketu dan Bpk. Pdt. Simon Jisim, S.Th selaku Sekretaris beserta para Pengurus da beberapa Pejabat Dewan Pendiri dari pihak Pemda Bengkayang daintaranya Bpk. Obaja, M.Si dan Bpk. Suryadman Gidot, S.Pd.

Gagasan ini lahir sejak tahun 2000 setahun setelah pemekaran Kab. Bengkayang dari Kab. Sambas tahun 1999 yang sebelumnya bernama Akademi Bumi Sebalo Bengkayang (ABS Bengkayang) dengan dukungan dari Pemda Bengkayang yaitu Bpk. Drs. Jacobus Luna, M.Si selaku Bupati Bengkayang saat itu berdasarkan Surat Rekomendasi No. 420/548/SOS dan Bpk. Drs. Hendrikus Clement selaku Ketua DPRD Kab. Bengkayang saat itu dengan Surat Rekomendasi No. 420/246/DPRD pada tahun 2001, serta kerjasama  dengan Universitas Tanjungpura Pontianak dengan Surat Rekomendasi No. 1454/122/PP/2001 dan dari Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Kalimantan Barat dengan Surat Rekomendasi No. 4493/I-14.02/PP/2000. Namun dalam proses perizinan terjadi perubahan nama menjadi Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang dengan Direktur Stefanus Aty, SE.MM dengan singkatan AMA-BS.

Sejak tanggal 1 September 2009 AMA-BS terjadi Restrukturisasi yaitu pergantian Direktur baru yang sekarang dijabat oleh Martono , SE. izin pendirian AMA-BS terbit tanggal 31 Januari 2003, SK DIRJEN DIKTI No. 04/D/0/2003 untuk Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang dan perpanjangan izin penyelenggara Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang terbit tanggal 19 Februari 2009 dengan Keputusan DIRJEN DIKTI No. 1016/D/T/K-XI/2009.


Visi – Misi – Moto

AKADEMI MANAJEMEN
BUMI SEBALO BENGKAYANG

V I S I
Menyelenggarakan proses pendidikan yang memadai serta dapat melakukan sumber daya manusia yang siap pakai, serta dapat mengantisifasi perubahan lokal (Daerah), Nasional maupun Regional, dan menyediakan daerah semakin siap menghadapi era Otonomi Daerah.
M I S I
Merencanakan, menyelenggarakan dan mengembangkan sistem pendidikan dan pembelajaran khususnya dalam bidang manajemen yang memenuhi standar pendidikan nasional serta tanpa mengabaikan berbagai aspek sesuai dengan kondisi yang dimiliki daerah.
M O T T O
Meningkatkan Kualitas Anda Adalah Kepedulian Kami


Arti Logo
  1. Lambang Bentuk Segi Lima, berarti Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang merupakan lembaga pendidikan yang berdasarkan pada Dasar Negara yaitu Pancasila disetiap aktivitasnya.
  2. Dalam Bentuk Segi Lima Terdiri Dari :
  • Lingkaran, yang berarti Akademi ini merupakan wadah pembinaan, khususnya bagi generasi muda dalam mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai suatu total system kompak.
  • Gunung, yang berarti menginspirasikan semangat yang mampu menjunjung tinggi sikap dan cara berfikir yang dijiwai dan selalu dalam batas-batas nilai luhur Pancasila dan berkewajiban mengantarkan rakyat menuju kejayaan sebagai bagian bangsa yang terdidik. 
  • Tumpukan Buku yang menyerupai vandal sebagai lambang pendidikan sebagai landasan utama untuk pemebangunan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan dinamis.
  • Obor yang Menyala-nyala, merupakan gambaran semangat dari lembaga ini yang tak pernah padam.
  • Jantra atau Roda, melambangkan suatu perjuangan yang tidak akan pernah berhenti terutama dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  • Padi dan Kapas, melambangkan bahwa suatu kemajuan dapat kita raih bersama apabila ada semangat persatuan dan kerukunan untuk mencapai kemakmuran.

Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Jumat, 23 September 2011

Logo Kota Singkawang



Logo Kota Singkawang - Warna
Logo Kota Singkawang - Hitam











Nama Resmi    : Kota Singkawang
Ibu Kota           : Singkawang

Provinsi            : Kalimantan Barat


Sejarah

Awalnya Kota Singkawang merupakan bagian dan Ibukota dari wilayah Kabupaten Sambas (UU. Nomor : 27 Tahun 1959) dengan status Kecamatan Singkawang, dan pada tahun 1981 Kota ini menjadi Kota Administratif Singkawang (PP Nomor 49 Tahun 1981), Kota ini juga pernah diusulkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang yaitu melalui usul pemekaran Kabupaten Sambas menjadi 3 (tiga) daerah Otonom. Namun Kotamadya Daerah Tingkat II Singkawang belum direalisir oleh Pemerintah Pusat, waktu itu hanya Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang yang disetujui, sehingga wilayah Kota Administratif Singkawang menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang (UU Nomor : 10 Tahun 1999), sekaligus menetapkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas beribukota di Sambas.

Kondisi tersebut tidaklah membuat surut masyarakat Singkawang untuk memperjuangkan Singkawang menjadi Derah Otonom, aspirasi masyarakat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas dan semua elemen masyarakat Seperti : KPS, GPPKS, Kekertis, Gemmas, Tim Sukses, LKMD, Para RT serta organisasi lainnya. Melewati jalan panjang melalui penelitian dan pengkajian terus dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat maupun Tim Pemekaran Kabupaten sambas yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bersama antara Bupati Sambas dan Bupati Bengkayang No. 257 Tahun 1999 dan No. 1a Tahun 1999 tanggal 28 September 1999, serta pengakjian dari Tim CRAIS, Badan Petimbangan Otonomi Daerah.

Akhirnya Singkawang terwujud menjadi Daerah Otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang, diresmikan pada tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah atas nama Presiden Republik Indonesia.


Arti Logo

Lambang Kota Singkawang diambil dari berbagai potensi, dengan makna yaitu :  

a.     Makna Warna :  
-     Merah        :  Keberanian
-     Putih           :  Kesucian
-     Hijau          :  Kesuburan
-     Biru            :  Ketentraman
-     Kuning       :  Keluhuran dan Keagungan  

b.     Makna Gambar :  
-    Bintang, Ketuhanan Yang Maha Esa
-    Padi dan Kapas, Kesejahteraan dan Kemakmuran, merupakan tujuan seluruh
masyarakat Kota Singkawang
-    Rantai dan Roda Gigi, Persatuan dan Kesatuan dalam roda pembangunan
-    Gunung, Keteguhan dan Kekokohan
-    Laut, Wawasan dan Pandangan yang luas
-    Tugu, Tonggak bersejarah perjuangan Kota Singkawang
-    Pita Bertuliskan "Kota Singkawang", melambangkan identitas Kota Singkawang
-   Jumlah Padi dan Kapas serta Angka 2001, melambangkan Peresmian Pembentukan Kota Singkawang tanggal 17 Oktober 2001, yang dijadikan Hari Jadi Kota  Singkawang
-    Buku, melambangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Peraturan
perundang-undangan
-    Tulisan “Bersatu Untuk Maju”, melambangkan Motto Kota Singkawang



Alamat Website :
http://singkawangkota.go.id/



Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Kamis, 22 September 2011

Logo Universitas Tanjungpura


Logo UNTAN - Warna

Logo UNTAN - Warna Hitam

Logo UNTAN - Hitam

                                      
 
Nama Resmi     : Universitas Tanjungpura
Singkatan          : UNTAN
Lokasi               : Pontianak

Provinsi             : Kalimantan Barat



Sejarah

Universitas Tanjungpura didirikan pada tanggal 20 Mei 1959 sebagai perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Daya Nasional oleh Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional. Tenaga pengajar pada waktu pertama kali berdiri adalah para sarjana dan sarjana muda yang ada di daerah Kalimantan Barat. Universitas Daya Nasional kemudian dinegerikan menjadi Universitas Negeri Pontianak ( UNEP ) berdasarkan SK Menteri PTIP Nomor 53 tahun 1963, tanggal 16 Mei 1963.

Sesuai dengan perkembangan politik dan kenegaraan pada tahun 1965, UNEP berganti nama menjadi Universitas Dwikora pada tanggal 14 September 1965. Selanjutnya, dengan surat keputusan Presiden RI Nomor 171 tahun 1961 terhitung tanggal 15 Agustus 1967, ditetapkan kembali perubahan nama dari Universitas Dwikora menjadi Universitas Tanjungpura ( UNTAN ) yang akhirnya bertahan hingga sekarang .


Arti Logo
Pembuatan Lambang Untan serta arti makna yang terkandung dalam lambang tersebut diadakan pada tahun 1960 dengan cara disayembarakan melalui surat kabar yang ada di Pontianak waktu itu. Lambang dibuat berdasarkan hasil penggabungan antara kreasi hasil sayembara dengan ide panitia. Hasil karya yang dijadikan ide utama dalam pembuatan lambang tersebut adalah ciptaan E. Soetandy Ardiamidjaja , mahasiswa Fakultas Tata Niaga Universitas Daja Nasional yang dibuat tanggal 10 Mei 1960.

Menurut keterangan Bapak Ismail Hamzah, salah seorang pendiri Untan, Lambang serta maknanya tersebut disahkan dalam suatu Sidang Pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong Propinsi Kalimantan Barat pada tahun 1961.

Komponen Lambang Untan terdiri dari sebuah Obor menyala dengan sepasang Mandau, sepasang Sayap yang masing-masing terbelah lima serta Pita Merah Putih, dalam suatu bingkai ber-bentuk segi lima (lihat gambar) dengan uraian berikut :

1. Gambar-gambar yang dijadikan lambang mengandung pengertian:
  • Obor yang bertingkat tiga berwarna merah, bermakna sivitas akademika Untan memiliki semangat yang menyala-nyala/berkobar-kobar dan tak kunjung padam dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi.
  • Mandau melambangkan Untan sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nasional berada di daerah atau pulau Kalimantan , khususnya di Propinsi Kalimantan Barat, yang dalam pengembangannya harus selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungannya.
  • Sayap berwarna kuning bermakna Untan berkewajiban mengantarkan rakyat menuju kejayaan sebagai bagian bangsa yang terdidik, maju dan modern berlandaskan pada pandangan hidup Pancasila, yang tergambar pada setiap sayap yang memiliki lima helai bulu. Sayap yang berbulu lima itu menggambarkan semangat dan dinamika Untan yang memanivestasikan sepak terjang, sikap dan cara berfikir yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur pancasila.
  • Pita Merah Putih bermakna mewujudkan cita-cita dan tujuan Untan sebagai perguruan tinggi yang bersifat nasional, selalu mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan kata lain, manifestasi dari gerak perjuangannya didasarkan pada keberanian dan kebenaran, kesucian demi mewujudkan kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia.
  • Segi Lima berarti Untan merupakan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada dasar negara Pancasila.
2. Jika lambang ditempatkan pada bendera, vandel atau pataka, maka  dipergunakan dasar berwarna hitam, yang berarti Untan berkewajiban menerangi rakyat yang berada dalam kegelapan melalui pendidikan, karena pada saat didirikan pada tahun 1959 rakyat di daerah tempat lembaga pendidikan tinggi didirikan, relatif masih tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia. Untan berkewajiban ikut mengejar ketertinggalan daerah di segala bidang terutama dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang diajarkan di lingkungan Untan.


Alamat Website :
http://www.untan.ac.id/


Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.

Rabu, 21 September 2011

Logo Karang Taruna


Logo Karang Taruna - Warna
Logo Karang Taruna -Hitam



Nama Resmi    : Karang Taruna
Lokasi               : Indonesia



Sejarah

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.
Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD /ART nya diatur keanggotaannya mulai dari pemuda/i berusia mulai dari 11 - 45 tahun) dan batasan sebagai pengurus adalah berusia mulai 17 - 35 tahun.

Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.


Arti Logo

A.  Arti Lambang Karang Taruna :
1.   Sekuntum bunga Teratai yang mulai mekar yang melambangkan insan remaja yang dijiwai semangat    kemasyarakatan sosial). Empat helai daun bunga di bagian bawah melambangkan keempat fungsi Karang Taruna.
2.   Dua helai pita yang terpampang di bagian atas dan bawah. Pita di bagian atas terdapat tulisan “ADHITYA KARYA MAHATVA YODHA” (“ADHITYA” berarti cerdas dan penuh pengetahuan;”KARYA” berarti pekerjaan; “MAHATVA” berarti terhorma dan berbudi luhur; dan “YODHA” berarti pejuang atau patriot). Jadi, secara keseluruhan berarti pejuang yang berkepribadian,berpengetahuan, dan terampil. Di bagian bawah bertuliskan “KARANG TARUNA INDONESIA” (“KARANG” berarti pekarangan, halaman, atau tempat; “TARUNA” berarti remaja; “INDONESIA”berarti Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jadi, “KARANG TARUNA INDONESIA” berarti tempat atau wadah pengembangan remaja Idonesia;
3.    Sebuah lingkaran dengan bunga Teratai mekar dengan tujuh helai daun bunga sebagai latar belakang, yang melambangkan Tujuh Unsur Kepribadian yang harus dimiliki Warga Karang Taruna Indonesia:
-    Taat          : takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
-    Tanggap    : penuh perhatian dan peka terhadap masalah
-    Tanggon    : kuat daya tahan fisik dan mental
-    Tandas      : tegas, pasti, tidak ragu, dan penuh pendirian
-    Tangkas    : sigap, gesit, cepat bergerak, dan dinamis
-    Terampil   : mampu berkreasi, dan berkarya praktis
-    Tulus        : sederhana, ikhlas, rela memberi, dan jujur
4.  Lingkaran mengandung arti sebagai lambang ketahanan nasional yang berfungsi sebagai tameng / perisai.
5.  Bunga mekar yang berdaun lima helai melambangkan lingkaran kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila

B.  Arti warna yang terdapat pada lambang :
1.    Putih       : kesucian, tidak tercela, dan tidak bernoda
2.    Merah    : keberanian, sabar, tenang, dan dapat mengendalikan diri, dan tekad pantang mundur
3.    Kuning   : keagungan dan keluhuran budi pekerti

Jadi, secara keseluruhan lambang Karang Taruna Indonesia berarti tekad insan remaja (WKT Indonesia) untuk mengembangkan dirinya menjadi patriot / pejuang yang berkepribadian, cerdas, dan terampil agar mampu ikut secara aktif dalam pembangunan untuk menciptakan masyarakat ayang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Kami juga menyediakan file dalam format cdr bagi yang memerlukan, untuk mendapatkannya silahkan tinggalkan pesan pada halaman komentar / comment di bawah, sertakan juga email anda untuk kami hubungi & mengirim file yang diminta (diperlukan donasi anda). Terima kasih atas kunjungan anda.